Memaafkan pasti membuka jalan kebaikan
Mazmur 37:37 Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan.
Kenapa orang yang suka damai memiliki masa depan?, sebab sepanjang jalan hidupnya akan selalu terbuka dan didukung oleh banyak orang yang simpatik kepadanya, ada pepatah yang mengatakan bahwa satu orang musuh sudah terlampau banyak ketimbang seribu teman.
Roma 12:18 Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!
Kenapa mencari musuh lebih mudah dari mencari teman?, sebab sudut pandang, pola pikir, kemauan dan egoisme ingin menang sendiri, terlalu sering mendominasi hati dan perasaan kita, jadi damai atau perang sebenarnya tergantung diri sendiri bukan orang lain.
Roma 12:19 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.
Jika tersentuh sedikit saja, selalu timbul keinginan untuk membalas, bahkan cendrung ingin membalas lebih banyak, padahal pembalasan adalah milik Tuhan, sepatutnya kita harus belajar melatih diri menyerahkan segala kemarahan, dendam kepada Tuhan sebab kebencian dan kemarahan adalah sumber penderitaan dan bibit sakit penyakit.
Roma 12:20 Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya.
Taburlah kebaikkan maka kita akan menuainya, inilah pola hidup terbaik yang Tuhan berikan untuk diterapkan, jadi apapun yang ditabur itulah yang akan kita tuai.
1 Korintus 4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.
Yang paling repot dijaga memang mulut kita, sebab terlalu sering dan terlalu mudah kita keceplosan menghujat dan menghakimi orang, sikap dan gaya hidup seperti ini harus kita latih.
Amsal 21:23 Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.
Boleh percaya atau tidak, sesungguhnya keadaan diri seseorang saat ini tidak pernah jauh dari perkataannya, jika ia terlalu sering memperkatakan hal hal buruk, maka buruklah keadaannya, sebaliknya jika memperkatakan hal baik maka baik pula hidupnya, sebab dari mulut kita bisa memperoleh kemudahan dan kesukaran.
Amsal 18:21 Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Jagalah mulut!, agar buah kehidupan kita baik semuanya, sampai kepada anak cucu dan keturunan kita semuanya.
Pakailah mulut untuk memuliakan Tuhan, memuji menyembah Tuhan merupakan kesempatn baik untuk menghimpun kekuatan untuk kemenangan.
Selamat hari minggu, selamat melayani Raja diatas segala raja.
Tetap semangat. Jbu





