MENGATASI_KEJENUHAN
(Galatia 6:9)” Janganlah kita jemu-jemu (jenuh, bosan) berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
PENDAHULUAN
Pandemi Covid di Indonesia sudah memasuki tahun kedua, kita sempat senang waktu itu pemerintah mengumumkan tentang New Normal, ternyata malah makin menjadi-jadi, dan sekarang kita tiap saat menunggu kapan berakhirnya PPKM.
Bertahun-tahun bekerja di tempat yang sama. Tak dapat dipungkiri, menjalani rutinitas atau mengerjakan sesuatu dalam jangka waktu yang lama seringkali membuat kita merasa jenuh.
Belum lagi bertahun-tahun menunggu perubahan hidup, perubahan dalam keluarga dan bahkan menunggu jawaban doa-doa.
A. ARTI JENUH
Jemu; bosan; kenyang; puas sekali (sehingga menjadi bosan); penuh (sehingga tidak mampu memuat tambahan lagi).
Ini disebabkan sesuatu yang rutin, terus-menerus tanpa ada perubahan; Memang semua yang ada di dunia ini membosankan (Pengkh 1:1-11) Tetapi di dalam Yesus kita berbeda, sebab selalu ada pembaharuan. (2 Kor 5:17; Kol 3:10).
Jenuh adalah keadaan emosi atau jasmani yang dialami seseorang karena kurangnya aktivitas, variasi, motivasi atau stimulasi. Tetapi jenuh juga bisa disebabkan oleh kesulitan, tantangan dan penderitaan yang tidak kunjung berhenti seperti yang dialami Ayub (Ayub 10:1)
Orang yang rentan mengalami kejenuhan adalah orang-orang yang ambisius, pernah memiliki akar pahit, dan orang yang tidak sanggup berkata “tidak” pada orang lain.
B. PENYEBAB KEJENUHAN
- Orang yang mengalami kejenuhan adalah orang yang tidak melihat, dan tidak menemukan makna (arti) hidupnya; Begitu banyak orang menjadi tersiksa hidupnya sebab tidak mampu menemukan makna hidup ini. Tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.
- Merasa diri sukses atau gagal juga akan menyebabkan kejenuhan; Begitu banyak orang melakukan aksi-aksi sensasional sebab didorong oleh kebosanan dalam hidupnya.
- Pergi ke gereja juga akan menjenuhkan jika kita menghadiri ibadah atas dasar kebiasaan dengan tidak memberi apa-apa, tidak mengharapkan mengalami apa-apa dan tidak memperoleh apa-apa.
C. CARA MENGATASI KEJENUHAN HIDUP
- (Fil 3:14) Harus dapat melihat suatu sasaran segera, praktis dan yang nyata bagi keberadaan hidup ini.
- (Ams 4:23) Memiliki tingkat aktivitas hidup tinggi, dinamis, dan personal. Misi, karunia dalam hidup, dan penggunaannya meliputi penerapan dan kegiatan harian.
- (Pengkh 9:10) Dapat memanfaatkan kesempatan untuk melayani Tuhan, punya motivasi yang benar untuk melaksanakan pelayanan-pelayanan itu; Jangan melayani sekedar hura-hura, memuaskan diri sendiri, iseng, dll.
- (Yoh 4:14) Memiliki Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat dan terus hidup dekat, sebab Yesus itu adalah Tuhan yang progresif, dinamis, kreatif, penuh inovatif. Orang yang percaya dan ikut Yesus memiliki makna hidup yang jelas dan hidupnya tidak pernah membosankan.
PENUTUP
Menjadi jenuh sebab mengendap sebab diam, sebenarnya semangat, karunia-karunia Tuhan, talenta tidak hilang dari kita tetapi mengendap di bawah, ini perlunya mengalami dikocok ulang, digoyang dan dinaikkan lagi yang sudah mengendap.
MARI KITA NYANYI LAGU LAMA
Kerja trus, kerja trus, Kerja trus, kerja trus
Sembayang jagalah, Sampai Tuhan Yesus dating
METPAGISAHABAT
Semangat penuh harapan🔥
