AGAR TIDAK TERJADI PERPECAHAN DALAM GEREJA, LOKAL ATAU ORGANISASI (1 Korintus 1:10)”Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan #jangan_ada_perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan #sehati_sepikir”.“Mempersatukan itu perbuatan baik, tetapi membuat perpecahan adalah perbuatan jahat”1. MEMILIKI KOMUNIKASI YANG BAIKKomunikasi internal menjadi hal yang terabaikan karena sepertinya bisa diperbaiki dengan ngopi dan ngobrol. (1 Korintus 1:10) Perhatikan “Sehati sepikir”, harus tahu apa yang dipikirkan dan apa yang ada di dalam hati orang lain. Dalam surat Yakobus kita diminta untuk saling mengaku dosa. Jika kita bersedia untuk saling mengungkapkan dosa kita, maka kita tidak akan mempunyai masalah dalam berkomunikasi, berkomunikasilah dengan jujur, jelas, buatlah komunikasi menjadi mudah dan terdokumentasi dengan baik. Komunikasi gembala- jemaat dan sebaliknya dan komunikasi pemimpin organisasi gereja dengan gembala yang dipimpin dan sebaliknya.2. MEMILIKI ARAH YANG JELAS-VISI Setelah memiliki komunikasi yang baik maka mudah sekali diarahkan, dengan membuat jalur dan arah atau misi yang jelas, maka akan ada visi dan harapan yang jelas. 3. MEMILIKI KEMAUAN UNTUK FOKUS KEPADA TUHAN DAN KEBENARANNYA.Sebab dosa sumber utama perpecahan dalam gereja, misalnya kesombongan, ketidak jujuran, tamak dan dosa-dosa kompromi dengan dunia. Berdoa sebelum bertindak memang wajib, tapi kalau masalah dosa, ibarat anak panah beracun yang menusuk ke arah kita. Ya memang sakit sekali mencabutnya, tapi kalau tidak dihapuskan dosanya pasti akan membunuhmu. 4. MEMILIKI PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN SECARA INTENSKalau masing-masing hambat Tuhan dan masing-masing jemaat dipersatukan di dalam Kristus, bukan hanya dipersatukan dengan pemimpin atau gembala. Jangan sampai gereja menjadi komunitas yang hanya cinta gembalanya atau pemimpin organisasinya tetapi tidak bertumbuh secara rohani ( cultus )Sebagai pemimpin gereja, kita perlu berhenti menunjuk pada diri kita sendiri tetapi menunjuk pada Tuhan. PENUTUPGereja yang sehat adalah tubuh yang sehat (1 Korintus 12:12-27), dan tubuh yang sehat semua organ tubuh dari terbesar hingga terkecil berfungsi dengan baik, setiap sel dalam tubuh harus bekerja dalam kesatuan. Dan hubungan mereka dengan Kristus harus sehat agar seluruh tubuh menjadi sehat. Kalau semua jadi sehat maka gereja tidak mudah pecah ( utuh ), semoga.#METSORESAHABATSemangat penuh harapan🔥

AGAR TIDAK TERJADI PERPECAHAN DALAM GEREJA, LOKAL ATAU ORGANISASI (1 Korintus 1:10)”Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan #jangan_ada_perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan #sehati_sepikir”.“Mempersatukan itu perbuatan baik, tetapi membuat perpecahan adalah perbuatan jahat”1. MEMILIKI KOMUNIKASI YANG BAIKKomunikasi internal menjadi hal yang terabaikan karena sepertinya bisa diperbaiki dengan ngopi dan ngobrol. (1 Korintus 1:10) Perhatikan “Sehati sepikir”, harus tahu apa yang dipikirkan dan apa yang ada di dalam hati orang lain. Dalam surat Yakobus kita diminta untuk saling mengaku dosa. Jika kita bersedia untuk saling mengungkapkan dosa kita, maka kita tidak akan mempunyai masalah dalam berkomunikasi, berkomunikasilah dengan jujur, jelas, buatlah komunikasi menjadi mudah dan terdokumentasi dengan baik. Komunikasi gembala- jemaat dan sebaliknya dan komunikasi pemimpin organisasi gereja dengan gembala yang dipimpin dan sebaliknya.2. MEMILIKI ARAH YANG JELAS-VISI Setelah memiliki komunikasi yang baik maka mudah sekali diarahkan, dengan membuat jalur dan arah atau misi yang jelas, maka akan ada visi dan harapan yang jelas. 3. MEMILIKI KEMAUAN UNTUK FOKUS KEPADA TUHAN DAN KEBENARANNYA.Sebab dosa sumber utama perpecahan dalam gereja, misalnya kesombongan, ketidak jujuran, tamak dan dosa-dosa kompromi dengan dunia. Berdoa sebelum bertindak memang wajib, tapi kalau masalah dosa, ibarat anak panah beracun yang menusuk ke arah kita. Ya memang sakit sekali mencabutnya, tapi kalau tidak dihapuskan dosanya pasti akan membunuhmu. 4. MEMILIKI PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN SECARA INTENSKalau masing-masing hambat Tuhan dan masing-masing jemaat dipersatukan di dalam Kristus, bukan hanya dipersatukan dengan pemimpin atau gembala. Jangan sampai gereja menjadi komunitas yang hanya cinta gembalanya atau pemimpin organisasinya tetapi tidak bertumbuh secara rohani ( cultus )Sebagai pemimpin gereja, kita perlu berhenti menunjuk pada diri kita sendiri tetapi menunjuk pada Tuhan. PENUTUPGereja yang sehat adalah tubuh yang sehat (1 Korintus 12:12-27), dan tubuh yang sehat semua organ tubuh dari terbesar hingga terkecil berfungsi dengan baik, setiap sel dalam tubuh harus bekerja dalam kesatuan. Dan hubungan mereka dengan Kristus harus sehat agar seluruh tubuh menjadi sehat. Kalau semua jadi sehat maka gereja tidak mudah pecah ( utuh ), semoga.#METSORESAHABATSemangat penuh harapan🔥

Diterbitkan oleh Hardimonding

Siapakah yang tahu jalan pikiran Tuhan? Tentu tidak ada seorang pun. Jika manusia dengan logikanya mencoba menduga apa yang akan terjadi, sering kali justru kejutan yang datang. Jika apa yang datang bukan sesuatu yang jahat, manusia kemudian dengan mudah berkata bahwa kehendak Tuhan tidak dapat ditolak. Tuhanlah yang membuat itu terjadi. Titik. Walaupun demikian, jika apa yang terjadi adalah sesuatu yang jahat atau kejam, pertanyaan muncul apakah Tuhan menghendakinya. Pandemi Covid-19 sudah menyebabkan jutaan orang dari seluruh dunia mengalami kematian dan penderitaan. Apakah Tuhan menghendaki virus corona untuk menghukum seisi dunia? Sebagian orang Kristen percaya bahwa karena Tuhan mahakuasa dan tidak ada yang bisa terjadi tanpa kehendak-Nya, Tuhan jugalah yang dengan kedaulatanNya (sovereign will) membuat pandemi terjadi dan merajarela di mana saja. Mereka mungkin berpendapat bahwa banyak manusia sudah murtad, dan karena itu Tuhan menjadi murka. Sebaliknya, ada orang lain yang percaya bahwa Tuhan yang mahakasih tidak mungkin menghendaki adanya malapetaka yang menyangkut seisi dunia tanpa pandang bulu. Pandemi memang banyak terjadi di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa, tetapi semuanya terjadi dengan seizin Tuhan, dan sering kali membawa akibat yang baik bagi kehidupan manusia di masa mendatang. Dengan seizin Tuhan? Apakah Tuhan yang mahakasih mengizinkan adanya pandemi? Jika Ia mengizinkan (permissive will) hal yang jahat, bukankah itu berarti Ia ikut bertanggung jawab atas apa yang dialami manusia? Sebaliknya, jika Tuhan tidak mengizinkan, bagaimana banyak orang, baik Kristen maupun bukan Kristen, dapat terkena dampak pandemi ini? Jika kemarahan Tuhan disebabkan banyaknya orang yang durhaka yang sudah memberotak dari hukum-Nya, mengapa kemarahan-Nya seakan membabi-buta? Inilah masalah manusia yang ingin mengerti apa yang ada dalam pikiran Tuhan yang mahakuasa. Ayat di atas diucapkan Daniel dan teman-temannya yang menghadapi resiko hukuman mati karena mereka menolak untuk menyembah raja dan patung emasnya. Jika Daniel tahu bahwa Tuhan tidak menghendaki mereka menyembah berhala, ia tidak tahu apa yang akan Tuhan lakukan jika ia dan teman-temannya melawan kehendak raja. Apakah Daniel berpikir bahwa Tuhan menghendaki mereka mati terbakar? Tentu saja tidak. Daniel tahu bahwa Tuhan yang mahakuasa adalah Tuhan yang mahakasih. Tetapi ia sadar bahwa Tuhan yang mahakuasa dan mahabijaksana berhak untuk memutuskan apakah Ia akan bertindak atau tidak. Jika mereka akhirnya dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, itu pasti karena kejahatan orang-orang di sekitarnya. Bukan karena kehendak Tuhan untuk mengambil nyawa mereka dengan cara yang keji. Tuhan tidak dapat berubah dari gembala yang baik yang melindungi para umat-Nya di satu saat, menjadi Tuhan yang menghancurkan mereka pada saat yang lain. Apa yang mungkin terjadi adalah bahwa Tuhan terkadang mempunyai kehendak aktif untuk melakukan sesuatu (active will) pada suatu saat, tetapi pada saat yang lain Ia mempunyai kehendak untuk tidak bertindak (passive will), agar semua rencana-Nya bisa terjadi. Kehendak pasif ini sering diartikan sebagai “izin” dari Tuhan untuk terjadinya sesuatu yang kurang baik. Kedua kehendak itu bisa dilakukanNya pada saat yang dikehendaki-Nya, tanpa dipengaruhi oleh apa pun dan siapa pun karena Ia adalah Tuhan yang mahakuasa. Hari ini, jika hidup kita sudah digoncang oleh pandemi ini dan kita merasa sangat menderita, janganlah kita menuduh bahwa Tuhanlah pencipta segala malapetaka di dunia. Dunia ini sudah jatuh ke dalam dosa, dan semua orang sudah berdosa, dan karena itu segala penderitaan dan bahaya bisa terjadi pada siapa pun. Tuhan kita yang mahakasih bukanlah Tuhan yang menciptakan malapetaka ataupun perbuatan jahat untuk umat-Nya. Malapetaka dan kejahatan adalah konsekuensi kejatuhan manusia dan mungkin juga hasil pekerjaan iblis. Memang terkadang Tuhan seakan tidak mau bertindak menolong umat-Nya, tetapi kita harus yakin bahwa itu bukan berarti Tuhan tidak peduli akan penderitaan kita. Sekalipun sulit kita mengerti, Tuhan terkadang membiarkan adanya penderitaan bagi umat-Nya untuk penggenapan rencana-Nya. Walaupun demikian, Tuhan akan bertindak pada saat yang tepat sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, dalam menghadapi tantangan hidup, apa yang perlu kita pertahankan adalah keyakinan bahwa Ia adalah Tuhan yang mahakasih. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” 1 Yohanes 4: 16 Bagikan

Tinggalkan komentar

ps.Hardi.monding.Gembalah yang baik

Yesus adalah gembalah yg baik

Pos.Gpdi.karmel.ps.Hardi monding

Mazmur 23:1 (TB) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Renunganku

renungan kristen

Saat Teduh Dengan Tuhan

Belajar Firman Tuhan

EcclesiaGo

Jadilah Garam dan Terang Dunia

PEMISAHAN ALKITABIAH - Doktrin Pemurnian dan Pelestarian Gereja

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. (2 Korintus 6:14a)

STAR GLAM MAGAZINE

Sarana Iklan & Promosi Terbaik Yang Inspiratif & Informatif

Dian Punya Cerita

cerita tentang pengalaman hidup yang selalu harus disyukuri. tentang keluarga, teman, masa lalu, masa depan, pemberian Tuhan

NEKSON MINISTRY

FIRMAN TUHAN SUMBER KEKUATAN, INSPIRASI DAN MOTIVASI

shinta story

eat, play, work, pray... and sleep!

Horotero

Bukan Kata Mereka

When The Word is Yours

Misty things make me confuse, only words can make it clear!

Confessions Of A Christian Freak

[the various brain droppings, rants and general wackiness of Uncle NecRo]

Living the Abundant Life

Find out who Jesus is and what He has done for us!

The Capture of Life

Article & MultiMedia

Pearls of Mind

Inspiration, Influence, Integrity

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai