Jangan suka protes

Filipi 2:12-13 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. 
Salah satu alasan mengapa orang sulit untuk bisa bersyukur menjalani hidupnya karena mereka selalu mencari penjelasan atas suatu perkara yang terjadi dalam hidupnya, ketahuilah bahwa Tuhan tidak pernah berhutang penjelasan kepada kita
Filipi 2:14-15 Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan, supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia.
Dalam banyak hal yang terjadi dalam hidup ini, kita tidak akan pernah bisa mengerti sampai kita tiba di Sorga, itu sebabnya berjalan saja seperti air yang mengalir, mengikuti kelak kelok kehidupan ini tanpa sungut sungut dan pemberontakan.
Matius 20:11-12 Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.
Sebenarnya setiap orang Kristen sudah tahu, bahwa hidupnya adalah anugerah dari kasih karunia Tuhan, namun mereka tetap suka iri dan membandingkan satu sama lain, mereka selalu menuntut dan ingin lebih dari yang lainnya.
Matius 20:13 Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari?
Apapun proses kehidupan yang Tuhan telah tetapkan, yang penting anugerah keselamatan kita tidak pernah dibatalkan oleh Tuhan.
Matius 20:14-15  Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu, tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
Tuhan tidak pernah mencla mencle, Dia adalah Allah yang tegas, konsisten dan tetap komit sampai selama lamanya, Dialah Allah yang tidak pernah berubah sekarang dan sampai selama lamanya, jangan rusakan hati kita dengan perasaan cemburu dan iri hati, banyak orang gagal disini!, mereka keluar dan pindah pindah gereja bahkan mungkin pindah agama, ketahuilah!, ketetapan Allah tidak akan pernah berubah!, kemanapun kita pergi!, kita tetap akan menerima hal yang sama!.
Bilangan 14:27 “Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar.
Jika kita mengalami luka atau kepedihan!, sadarilah bahwa Tuhan tidak pernah berlaku tidak adil kepada kita, jadi berhentilah sekarang juga dari sungut sungut, komplain, protes, rasa tidak puas, sakit hati maupun iri hati melihat kelebihan orang lain, jangan kita menuntut haknya TUHAN.
Keluaran 15:26  firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.” 
Seharusnya kita tidak menuntut penjelasan Tuhan, yang benar benar kita butuhkan adalah kehadiran Tuhan, serahkan saja kendali dan hidup kita kepadaNya, didalam hadirat Tuhan kita pasti mengalami banyak mujizat, mujizat untuk menerima suka cita dan damai sejahtera, mujizat untuk keluar dari sakit hati dan iri hati, mujizat untuk berjalan dalam rencanaNya yang indah dan luar biasa, kita sehat dan merdeka, penuh anugerah dari Tuhan. Amin. 
Tetap semangat. Jbu

Diterbitkan oleh Hardimonding

Siapakah yang tahu jalan pikiran Tuhan? Tentu tidak ada seorang pun. Jika manusia dengan logikanya mencoba menduga apa yang akan terjadi, sering kali justru kejutan yang datang. Jika apa yang datang bukan sesuatu yang jahat, manusia kemudian dengan mudah berkata bahwa kehendak Tuhan tidak dapat ditolak. Tuhanlah yang membuat itu terjadi. Titik. Walaupun demikian, jika apa yang terjadi adalah sesuatu yang jahat atau kejam, pertanyaan muncul apakah Tuhan menghendakinya. Pandemi Covid-19 sudah menyebabkan jutaan orang dari seluruh dunia mengalami kematian dan penderitaan. Apakah Tuhan menghendaki virus corona untuk menghukum seisi dunia? Sebagian orang Kristen percaya bahwa karena Tuhan mahakuasa dan tidak ada yang bisa terjadi tanpa kehendak-Nya, Tuhan jugalah yang dengan kedaulatanNya (sovereign will) membuat pandemi terjadi dan merajarela di mana saja. Mereka mungkin berpendapat bahwa banyak manusia sudah murtad, dan karena itu Tuhan menjadi murka. Sebaliknya, ada orang lain yang percaya bahwa Tuhan yang mahakasih tidak mungkin menghendaki adanya malapetaka yang menyangkut seisi dunia tanpa pandang bulu. Pandemi memang banyak terjadi di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa, tetapi semuanya terjadi dengan seizin Tuhan, dan sering kali membawa akibat yang baik bagi kehidupan manusia di masa mendatang. Dengan seizin Tuhan? Apakah Tuhan yang mahakasih mengizinkan adanya pandemi? Jika Ia mengizinkan (permissive will) hal yang jahat, bukankah itu berarti Ia ikut bertanggung jawab atas apa yang dialami manusia? Sebaliknya, jika Tuhan tidak mengizinkan, bagaimana banyak orang, baik Kristen maupun bukan Kristen, dapat terkena dampak pandemi ini? Jika kemarahan Tuhan disebabkan banyaknya orang yang durhaka yang sudah memberotak dari hukum-Nya, mengapa kemarahan-Nya seakan membabi-buta? Inilah masalah manusia yang ingin mengerti apa yang ada dalam pikiran Tuhan yang mahakuasa. Ayat di atas diucapkan Daniel dan teman-temannya yang menghadapi resiko hukuman mati karena mereka menolak untuk menyembah raja dan patung emasnya. Jika Daniel tahu bahwa Tuhan tidak menghendaki mereka menyembah berhala, ia tidak tahu apa yang akan Tuhan lakukan jika ia dan teman-temannya melawan kehendak raja. Apakah Daniel berpikir bahwa Tuhan menghendaki mereka mati terbakar? Tentu saja tidak. Daniel tahu bahwa Tuhan yang mahakuasa adalah Tuhan yang mahakasih. Tetapi ia sadar bahwa Tuhan yang mahakuasa dan mahabijaksana berhak untuk memutuskan apakah Ia akan bertindak atau tidak. Jika mereka akhirnya dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, itu pasti karena kejahatan orang-orang di sekitarnya. Bukan karena kehendak Tuhan untuk mengambil nyawa mereka dengan cara yang keji. Tuhan tidak dapat berubah dari gembala yang baik yang melindungi para umat-Nya di satu saat, menjadi Tuhan yang menghancurkan mereka pada saat yang lain. Apa yang mungkin terjadi adalah bahwa Tuhan terkadang mempunyai kehendak aktif untuk melakukan sesuatu (active will) pada suatu saat, tetapi pada saat yang lain Ia mempunyai kehendak untuk tidak bertindak (passive will), agar semua rencana-Nya bisa terjadi. Kehendak pasif ini sering diartikan sebagai “izin” dari Tuhan untuk terjadinya sesuatu yang kurang baik. Kedua kehendak itu bisa dilakukanNya pada saat yang dikehendaki-Nya, tanpa dipengaruhi oleh apa pun dan siapa pun karena Ia adalah Tuhan yang mahakuasa. Hari ini, jika hidup kita sudah digoncang oleh pandemi ini dan kita merasa sangat menderita, janganlah kita menuduh bahwa Tuhanlah pencipta segala malapetaka di dunia. Dunia ini sudah jatuh ke dalam dosa, dan semua orang sudah berdosa, dan karena itu segala penderitaan dan bahaya bisa terjadi pada siapa pun. Tuhan kita yang mahakasih bukanlah Tuhan yang menciptakan malapetaka ataupun perbuatan jahat untuk umat-Nya. Malapetaka dan kejahatan adalah konsekuensi kejatuhan manusia dan mungkin juga hasil pekerjaan iblis. Memang terkadang Tuhan seakan tidak mau bertindak menolong umat-Nya, tetapi kita harus yakin bahwa itu bukan berarti Tuhan tidak peduli akan penderitaan kita. Sekalipun sulit kita mengerti, Tuhan terkadang membiarkan adanya penderitaan bagi umat-Nya untuk penggenapan rencana-Nya. Walaupun demikian, Tuhan akan bertindak pada saat yang tepat sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, dalam menghadapi tantangan hidup, apa yang perlu kita pertahankan adalah keyakinan bahwa Ia adalah Tuhan yang mahakasih. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” 1 Yohanes 4: 16 Bagikan

Tinggalkan komentar

ps.Hardi.monding.Gembalah yang baik

Yesus adalah gembalah yg baik

Pos.Gpdi.karmel.ps.Hardi monding

Mazmur 23:1 (TB) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Renunganku

renungan kristen

Saat Teduh Dengan Tuhan

Belajar Firman Tuhan

EcclesiaGo

Jadilah Garam dan Terang Dunia

PEMISAHAN ALKITABIAH - Doktrin Pemurnian dan Pelestarian Gereja

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. (2 Korintus 6:14a)

STAR GLAM MAGAZINE

Sarana Iklan & Promosi Terbaik Yang Inspiratif & Informatif

Dian Punya Cerita

cerita tentang pengalaman hidup yang selalu harus disyukuri. tentang keluarga, teman, masa lalu, masa depan, pemberian Tuhan

NEKSON MINISTRY

FIRMAN TUHAN SUMBER KEKUATAN, INSPIRASI DAN MOTIVASI

shinta story

eat, play, work, pray... and sleep!

Horotero

Bukan Kata Mereka

When The Word is Yours

Misty things make me confuse, only words can make it clear!

Confessions Of A Christian Freak

[the various brain droppings, rants and general wackiness of Uncle NecRo]

Living the Abundant Life

Find out who Jesus is and what He has done for us!

The Capture of Life

Article & MultiMedia

Pearls of Mind

Inspiration, Influence, Integrity

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai