Sabtu, 13 November 2021
orang yang pandai memanfaatkan waktu
Kolose 4:5 Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
Orang berhikmat pasti pandai mengelola waktunya secara baik, mereka dapat mengendalikan waktu secara sadar, terencana dan bertanggung jawab, terutama dalam hal efektivitas, efisiensi dan produktivitas.
Efesus 5:16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
Jika selama ini kita banyak mengalami kegagalan, jangan katakan dunia ini kejam dan jahat, melainkan intropeksilah diri kita, apakah sudah mengelola waktu dengan sebaik baiknya?.
1 Petrus 4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.
Butuh kedisiplinan, komitmen dan ketekunan untuk menjadi orang bijak dalam mengelola waktu, jangan takut dan kecewa!, tidak ada kata terlambat!, kelolalah sisa hidup saat ini dengan sebaik baiknya, maka segala yang baik akan menghampiri hidup kita.
1 Petrus 4:3 Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.
Begitu penting dan berharganya waktu, jangan umbar waktu hidup kita untuk perkara yang sia sia, melainkan persembahkan pertama tama bagi Tuhan, sediakan waktu khusus kita untuk saat teduh bersama Tuhan, sebab dari Tuhanlah segala hikmat itu berasal.
Pengkhotbah 10:10 Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.
Ketahuilah!, untuk menjadi pemenang yang berhasil dalam suatu usaha pekerjaan tidak selalu harus mengorbankan tenaga yang besar dan kerja keras, jika kita memiliki hikmat dari Tuhan, kita pasti bisa bekerja secara cerdas dan pintar.
2 Samuel 22:19-20 Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN adalah sandaran bagiku, Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku.
Sesungguhnya setiap hari baik adanya, segala kegagalan dan keadaan tidak baik yang kita alami bukan karena hari sial, melainkan karena keliru memilih dan mengelola waktu yang Tuhan berikan!, bersandarlah pada Tuhan maka segala yang baik menjadi milik kita.
2 Samuel 22:23-24 Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan dari ketetapan-Nya aku tidak menyimpang; aku berlaku tidak bercela kepada-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan.
Tuhan memberikan managemen waktu bagi setiap orang, hanya orang yang berintegritas yang dapat mengikutinya, jagalah hidup kita sedemikian rupa, agar kita bisa meminimalis segala kesalahan dan kekeliruan dalam hidup ini, dengan demikian kita akan disebut orang yang berhasil dan beruntung.
Tetap semangat. Jbu
Diterbitkan oleh Hardimonding
Siapakah yang tahu jalan pikiran Tuhan? Tentu tidak ada seorang pun. Jika manusia dengan logikanya mencoba menduga apa yang akan terjadi, sering kali justru kejutan yang datang. Jika apa yang datang bukan sesuatu yang jahat, manusia kemudian dengan mudah berkata bahwa kehendak Tuhan tidak dapat ditolak. Tuhanlah yang membuat itu terjadi. Titik.
Walaupun demikian, jika apa yang terjadi adalah sesuatu yang jahat atau kejam, pertanyaan muncul apakah Tuhan menghendakinya. Pandemi Covid-19 sudah menyebabkan jutaan orang dari seluruh dunia mengalami kematian dan penderitaan. Apakah Tuhan menghendaki virus corona untuk menghukum seisi dunia?
Sebagian orang Kristen percaya bahwa karena Tuhan mahakuasa dan tidak ada yang bisa terjadi tanpa kehendak-Nya, Tuhan jugalah yang dengan kedaulatanNya (sovereign will) membuat pandemi terjadi dan merajarela di mana saja. Mereka mungkin berpendapat bahwa banyak manusia sudah murtad, dan karena itu Tuhan menjadi murka. Sebaliknya, ada orang lain yang percaya bahwa Tuhan yang mahakasih tidak mungkin menghendaki adanya malapetaka yang menyangkut seisi dunia tanpa pandang bulu. Pandemi memang banyak terjadi di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa, tetapi semuanya terjadi dengan seizin Tuhan, dan sering kali membawa akibat yang baik bagi kehidupan manusia di masa mendatang.
Dengan seizin Tuhan? Apakah Tuhan yang mahakasih mengizinkan adanya pandemi? Jika Ia mengizinkan (permissive will) hal yang jahat, bukankah itu berarti Ia ikut bertanggung jawab atas apa yang dialami manusia? Sebaliknya, jika Tuhan tidak mengizinkan, bagaimana banyak orang, baik Kristen maupun bukan Kristen, dapat terkena dampak pandemi ini? Jika kemarahan Tuhan disebabkan banyaknya orang yang durhaka yang sudah memberotak dari hukum-Nya, mengapa kemarahan-Nya seakan membabi-buta? Inilah masalah manusia yang ingin mengerti apa yang ada dalam pikiran Tuhan yang mahakuasa.
Ayat di atas diucapkan Daniel dan teman-temannya yang menghadapi resiko hukuman mati karena mereka menolak untuk menyembah raja dan patung emasnya. Jika Daniel tahu bahwa Tuhan tidak menghendaki mereka menyembah berhala, ia tidak tahu apa yang akan Tuhan lakukan jika ia dan teman-temannya melawan kehendak raja. Apakah Daniel berpikir bahwa Tuhan menghendaki mereka mati terbakar? Tentu saja tidak.
Daniel tahu bahwa Tuhan yang mahakuasa adalah Tuhan yang mahakasih. Tetapi ia sadar bahwa Tuhan yang mahakuasa dan mahabijaksana berhak untuk memutuskan apakah Ia akan bertindak atau tidak. Jika mereka akhirnya dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, itu pasti karena kejahatan orang-orang di sekitarnya. Bukan karena kehendak Tuhan untuk mengambil nyawa mereka dengan cara yang keji. Tuhan tidak dapat berubah dari gembala yang baik yang melindungi para umat-Nya di satu saat, menjadi Tuhan yang menghancurkan mereka pada saat yang lain.
Apa yang mungkin terjadi adalah bahwa Tuhan terkadang mempunyai kehendak aktif untuk melakukan sesuatu (active will) pada suatu saat, tetapi pada saat yang lain Ia mempunyai kehendak untuk tidak bertindak (passive will), agar semua rencana-Nya bisa terjadi. Kehendak pasif ini sering diartikan sebagai “izin” dari Tuhan untuk terjadinya sesuatu yang kurang baik. Kedua kehendak itu bisa dilakukanNya pada saat yang dikehendaki-Nya, tanpa dipengaruhi oleh apa pun dan siapa pun karena Ia adalah Tuhan yang mahakuasa.
Hari ini, jika hidup kita sudah digoncang oleh pandemi ini dan kita merasa sangat menderita, janganlah kita menuduh bahwa Tuhanlah pencipta segala malapetaka di dunia. Dunia ini sudah jatuh ke dalam dosa, dan semua orang sudah berdosa, dan karena itu segala penderitaan dan bahaya bisa terjadi pada siapa pun. Tuhan kita yang mahakasih bukanlah Tuhan yang menciptakan malapetaka ataupun perbuatan jahat untuk umat-Nya. Malapetaka dan kejahatan adalah konsekuensi kejatuhan manusia dan mungkin juga hasil pekerjaan iblis. Memang terkadang Tuhan seakan tidak mau bertindak menolong umat-Nya, tetapi kita harus yakin bahwa itu bukan berarti Tuhan tidak peduli akan penderitaan kita. Sekalipun sulit kita mengerti, Tuhan terkadang membiarkan adanya penderitaan bagi umat-Nya untuk penggenapan rencana-Nya. Walaupun demikian, Tuhan akan bertindak pada saat yang tepat sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, dalam menghadapi tantangan hidup, apa yang perlu kita pertahankan adalah keyakinan bahwa Ia adalah Tuhan yang mahakasih.
“Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” 1 Yohanes 4: 16
Bagikan
Lihat lebih banyak pos