Cara untuk melawan ketakutan adalah dengan melawannya.»

1 Samuel 17:11 Ketika Saul dan segenap orang Israel mendengar perkataan orang Filistin itu, maka cemaslah hati mereka dan sangat ketakutan. 
Sering kali perang mental lebih berat daripada perang fisik, sebab bukan hanya memakan tubuh, tetapi juga jiwa dan roh, orang yang ketakutan mentalnya akan digerogoti oleh rasa kuatir dan ketakutan.
1 Samuel 17:24 Ketika semua orang Israel melihat orang itu, larilah mereka dari padanya dengan sangat ketakutan. 
Orang yang ketakutan tidak mungkin menghadapi peperangan, padahal hidup itu sendiri adalah peperangan, hampir setiap hari manusia hidup menghadapi pergumulan hidup, yang membuat batinnya berperang, itu sebabnya banyak orang yang lari dari kenyataan hidup sebab mereka takut menghadapinya.
1 Samuel 17:26  Lalu berkatalah Daud kepada orang-orang yang berdiri di dekatnya: “Apakah yang akan dilakukan kepada orang yang mengalahkan orang Filistin itu dan yang menghindarkan cemooh dari Israel? Siapakah orang Filistin yang tak bersunat ini, sampai ia berani mencemoohkan barisan dari pada Allah yang hidup?” 
Orang yang ketakutan mental dan karakternya menjdi rusak, ada yang takut membangun rumah tangga padahal hati kecilnya kepingin, ada juga yang takut untuk memulai usaha, ada yang takut naik pesawat terbang, dan masih banyak lagi rasa takut, jadi sesungguhnya orang yang ketakutan sedang menyangkal dirinya sebagai manusia ciptaan Allah yang sempurna.
1 Samuel 17:28  Ketika Eliab, kakaknya yang tertua, mendengar perkataan Daud kepada orang-orang itu, bangkitlah amarah Eliab kepada Daud sambil berkata: “Mengapa engkau datang? Dan pada siapakah kautinggalkan kambing domba yang dua tiga ekor itu di padang gurun? Aku kenal sifat pemberanimu dan kejahatan hatimu: engkau datang ke mari dengan maksud melihat pertempuran.”
Parahnya orang yang ketakutan berani menghina orang lain untuk menutupi ketakutannya, mereka sering mendiskriditkan dan memojokkan orang lain untuk menutupi kekurangannya, bahkan berani menegur dan memarahi orang lain.
1 Samuel 17:32  Berkatalah Daud kepada Saul: “Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.”
Orang yang ketakutan mudah tawar hati yang membunuh ide ide kreatif dari Tuhan, sehingga mereka selalu menjadi pecundanga dan pemenang.
1 Samuel 17:33  Tetapi Saul berkata kepada Daud: “Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.”
Orang yang ketakutan pandangannya selalu pesimis bukan optimis, mentalnya selalu kalah sebelum maju ke medan perang.
1 Samuel 17:34-35 Tetapi Daud berkata kepada Saul: “Hambamu ini biasa menggembalakan kambing domba ayahnya. Apabila datang singa atau beruang, yang menerkam seekor domba dari kawanannya, maka aku mengejarnya, menghajarnya dan melepaskan domba itu dari mulutnya. Kemudian apabila ia berdiri menyerang aku, maka aku menangkap janggutnya lalu menghajarnya dan membunuhnya.
Pemberani pasti aktif dan rajin, sekalipun tanpa fasilitas mereka selalu punya ide yang kreatif untuk mengatasi segala masalah dan tantangan hidup.
1 Samuel 17:36  Baik singa maupun beruang telah dihajar oleh hambamu ini. Dan orang Filistin yang tidak bersunat itu, ia akan sama seperti salah satu dari pada binatang itu, karena ia telah mencemooh barisan dari pada Allah yang hidup.” 
Orang yang ketakutan tidak akan pernah bisa memuliakan Tuhan dalam hidupnya.
1 Samuel 17:37  Pula kata Daud: “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.” 
Jadilah pemberani yang bisa melihat kenyataan hidup, jangan terbuai dengan kenyamanan dan kemapanan sehingga kita bersembunyi hanya untuk cari aman. 

Diterbitkan oleh Hardimonding

Siapakah yang tahu jalan pikiran Tuhan? Tentu tidak ada seorang pun. Jika manusia dengan logikanya mencoba menduga apa yang akan terjadi, sering kali justru kejutan yang datang. Jika apa yang datang bukan sesuatu yang jahat, manusia kemudian dengan mudah berkata bahwa kehendak Tuhan tidak dapat ditolak. Tuhanlah yang membuat itu terjadi. Titik. Walaupun demikian, jika apa yang terjadi adalah sesuatu yang jahat atau kejam, pertanyaan muncul apakah Tuhan menghendakinya. Pandemi Covid-19 sudah menyebabkan jutaan orang dari seluruh dunia mengalami kematian dan penderitaan. Apakah Tuhan menghendaki virus corona untuk menghukum seisi dunia? Sebagian orang Kristen percaya bahwa karena Tuhan mahakuasa dan tidak ada yang bisa terjadi tanpa kehendak-Nya, Tuhan jugalah yang dengan kedaulatanNya (sovereign will) membuat pandemi terjadi dan merajarela di mana saja. Mereka mungkin berpendapat bahwa banyak manusia sudah murtad, dan karena itu Tuhan menjadi murka. Sebaliknya, ada orang lain yang percaya bahwa Tuhan yang mahakasih tidak mungkin menghendaki adanya malapetaka yang menyangkut seisi dunia tanpa pandang bulu. Pandemi memang banyak terjadi di dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa, tetapi semuanya terjadi dengan seizin Tuhan, dan sering kali membawa akibat yang baik bagi kehidupan manusia di masa mendatang. Dengan seizin Tuhan? Apakah Tuhan yang mahakasih mengizinkan adanya pandemi? Jika Ia mengizinkan (permissive will) hal yang jahat, bukankah itu berarti Ia ikut bertanggung jawab atas apa yang dialami manusia? Sebaliknya, jika Tuhan tidak mengizinkan, bagaimana banyak orang, baik Kristen maupun bukan Kristen, dapat terkena dampak pandemi ini? Jika kemarahan Tuhan disebabkan banyaknya orang yang durhaka yang sudah memberotak dari hukum-Nya, mengapa kemarahan-Nya seakan membabi-buta? Inilah masalah manusia yang ingin mengerti apa yang ada dalam pikiran Tuhan yang mahakuasa. Ayat di atas diucapkan Daniel dan teman-temannya yang menghadapi resiko hukuman mati karena mereka menolak untuk menyembah raja dan patung emasnya. Jika Daniel tahu bahwa Tuhan tidak menghendaki mereka menyembah berhala, ia tidak tahu apa yang akan Tuhan lakukan jika ia dan teman-temannya melawan kehendak raja. Apakah Daniel berpikir bahwa Tuhan menghendaki mereka mati terbakar? Tentu saja tidak. Daniel tahu bahwa Tuhan yang mahakuasa adalah Tuhan yang mahakasih. Tetapi ia sadar bahwa Tuhan yang mahakuasa dan mahabijaksana berhak untuk memutuskan apakah Ia akan bertindak atau tidak. Jika mereka akhirnya dimasukkan ke dalam perapian yang menyala-nyala, itu pasti karena kejahatan orang-orang di sekitarnya. Bukan karena kehendak Tuhan untuk mengambil nyawa mereka dengan cara yang keji. Tuhan tidak dapat berubah dari gembala yang baik yang melindungi para umat-Nya di satu saat, menjadi Tuhan yang menghancurkan mereka pada saat yang lain. Apa yang mungkin terjadi adalah bahwa Tuhan terkadang mempunyai kehendak aktif untuk melakukan sesuatu (active will) pada suatu saat, tetapi pada saat yang lain Ia mempunyai kehendak untuk tidak bertindak (passive will), agar semua rencana-Nya bisa terjadi. Kehendak pasif ini sering diartikan sebagai “izin” dari Tuhan untuk terjadinya sesuatu yang kurang baik. Kedua kehendak itu bisa dilakukanNya pada saat yang dikehendaki-Nya, tanpa dipengaruhi oleh apa pun dan siapa pun karena Ia adalah Tuhan yang mahakuasa. Hari ini, jika hidup kita sudah digoncang oleh pandemi ini dan kita merasa sangat menderita, janganlah kita menuduh bahwa Tuhanlah pencipta segala malapetaka di dunia. Dunia ini sudah jatuh ke dalam dosa, dan semua orang sudah berdosa, dan karena itu segala penderitaan dan bahaya bisa terjadi pada siapa pun. Tuhan kita yang mahakasih bukanlah Tuhan yang menciptakan malapetaka ataupun perbuatan jahat untuk umat-Nya. Malapetaka dan kejahatan adalah konsekuensi kejatuhan manusia dan mungkin juga hasil pekerjaan iblis. Memang terkadang Tuhan seakan tidak mau bertindak menolong umat-Nya, tetapi kita harus yakin bahwa itu bukan berarti Tuhan tidak peduli akan penderitaan kita. Sekalipun sulit kita mengerti, Tuhan terkadang membiarkan adanya penderitaan bagi umat-Nya untuk penggenapan rencana-Nya. Walaupun demikian, Tuhan akan bertindak pada saat yang tepat sesuai dengan kehendak-Nya. Karena itu, dalam menghadapi tantangan hidup, apa yang perlu kita pertahankan adalah keyakinan bahwa Ia adalah Tuhan yang mahakasih. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” 1 Yohanes 4: 16 Bagikan

Tinggalkan komentar

ps.Hardi.monding.Gembalah yang baik

Yesus adalah gembalah yg baik

Pos.Gpdi.karmel.ps.Hardi monding

Mazmur 23:1 (TB) Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Renunganku

renungan kristen

Saat Teduh Dengan Tuhan

Belajar Firman Tuhan

EcclesiaGo

Jadilah Garam dan Terang Dunia

PEMISAHAN ALKITABIAH - Doktrin Pemurnian dan Pelestarian Gereja

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. (2 Korintus 6:14a)

STAR GLAM MAGAZINE

Sarana Iklan & Promosi Terbaik Yang Inspiratif & Informatif

Dian Punya Cerita

cerita tentang pengalaman hidup yang selalu harus disyukuri. tentang keluarga, teman, masa lalu, masa depan, pemberian Tuhan

NEKSON MINISTRY

FIRMAN TUHAN SUMBER KEKUATAN, INSPIRASI DAN MOTIVASI

shinta story

eat, play, work, pray... and sleep!

Horotero

Bukan Kata Mereka

When The Word is Yours

Misty things make me confuse, only words can make it clear!

Confessions Of A Christian Freak

[the various brain droppings, rants and general wackiness of Uncle NecRo]

Living the Abundant Life

Find out who Jesus is and what He has done for us!

The Capture of Life

Article & MultiMedia

Pearls of Mind

Inspiration, Influence, Integrity

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai